Sejarah Pancasila

 

Sejarah Pancasila

     Pancasila dapat diperuntukan kepada negara, masyarakat dan pribadi bangsa Indonesia. Dengan perkataan lain pancasila itu sebagai norma hukum dan dasar negara Republik Indonesia, sebagai social etis bangsa Indonesia dan sebagai pegangan moral rakyat atau negara Republik Iindonesia. Lahirnya pancasila itu dalam penanaman pidato Ir. Soekarno selaku anggota “Dokuritzu zumbi Tyoosakai” atau badan penyelidik usaha persiapan kemerdekaan Indonesia yang ditetapkan oleh sidangnya yang pertama pada tanggal 28 s/d 1 Juni 1945 di Jakarta. Yang di ucapkannya dalam sidang, dipimpin oleh ketuanya Dr. K. R. T Radjiman Wedyodiningrat.

     Dikenal di dalam pidato Ir. Soekarno pada tahun 1945 di Jakarta. Pancasila sebagai dasar negara asala mulanya itu dari pengambilan pancasila, panca sama dengan lima dan sila sama dengan asas atau dasar, dan didirikannnya negara Indonesia. Dari pemaparan diatas dapat diketahui arti pancasila itu secara umum, dan anggapan pancasila sebagai dasar negara Indonesia dalam pembukaan undang-undang dasar Repulik Indonesia 1945 menurut presiden. Ir. Soekarno 

Riwayat Hidup dan Pendidikan Ir. Soekarno



Soekarno lahir di Blitar pada tanggal 6 Juni 1901. Saat Soekarno lahir diberi nama Kusno Sosro Karno. Ayahnya Raden Sukemi Sosrodiharjo, orang Jawa dan bekerja sebagai mantri guru di Sekolah Rakyat di Singaraja, Bali. Ibunya bernama Ida Ayu Nyoman Rai, wanita keturunan bangsawan Bali (berasal dari Kasta Brahma) asal Buleleng, Bali. Darah biru mengalir di tubuh Soekarno, ayahnya keturunan sultan Kediri sedangkan ibunya keponakan raja terakhir dari Singaraja.1 Soekarno kecil sering sakit–sakitan, hal itu terlihat bahwa dulu ia sering terserang penyakit disentri dan malaria. Hal tersebut membuat ayahnya berpikir untuk mengganti nama Kusno menjadi Karno. Alasan ayahnya mengubah menjadi Karno disamping agar tidak sakit–sakitan, adalah ayahnya sangat mengagumi sosok Karno, salah satu tokoh pewayangan dalam cerita Mahabharata yang digambarkan sebagai pahlawan besar dalam cerita klasik Hindhu tersebut. Karno juga tokoh yang setia kawan, memilki keyakinan yang kuat, berani dan sakti. Soekarno dibesarkan ditengah–tengah keluarga miskin. Tetapi hal itu tak menjadikannya sebuah mimpi buruk dalam kehidupan masa kecil Soekarno. Hal itu dikisahkan pada malam lebaran semua teman–temannya bermain petasan, tapi Soekarno kecil hanya bisa berbaring di tempat tidurnya yang kecil. Hatinya sedih karena ia tidak dapat bersuka ria bersama teman–temannya, dikarenakan kondisi dan keadaan keluarganya yang serba kekurangan secara materi.

Masa-Masa Memimpin Indonesia 

      Pada tahun 1921 bung Karno lulus dari HBS. Dan melanjutkan studinya di Bandung untuk belajar ilmu teknik. Di Bandung inilah bung Karno tetap melanjutkan semangat perjuangannya melawan penjajah. Ia banyak tampil sebagai tokoh yang berani melawan penjajah. Kematangan politiknya teraktualisasi menggantikan keberadaan PKI dan pejuang radikal lainnya yang telah dilumpuhkan oleh Belanda. Pada tahun 1926 pak Karno lulus dan menjadi sarjana teknik. Tapi ia masih tetap.

bersemangat dalam memperjuangkan kemerdekaan dan mengkotbahkan nasionalis kepada rakyat Indonesia. Pada tahun 1927 pak Karno mendirikan PNI. Tujuan PNI adalah mencapai kemerdekaan secara sepenuhnya. Tahun 1928, pak Karno dan partainya begitu aktif dalam melakukan propaganda dan sering tampil dengan pidato–pidatonya yang berapi–api dan menggugah. Karno mendapat julukan ”Singa Podium”, sebuah julukan yang dulu dilekatkan pada Cokroaminoto oleh banyak orang. Soekarno dengan semangatnya yang berapi-api dalam memperjuangkan kemerdekaan, membuat pihak penjajah marah dan akhirnya pak Karno dipenjara. Bung Karno pernah dipenjara di Sukamiskin, di Bengkulu yang akhirnya ia disana berkenalan dengan tokoh Muhammadiyah. Dan ia juga pernah diasingkan di pulau Ende, di pulau inilah semangat keIslamannya semakin terasah. Perjuangannya dalam mewujudkan kemerdekaan banyak melewati kesulitan. Peristiwa rengasdengklok yang pada akhirnya membawa Indonesia dalam kemerdekaan.

Wafatnya Soekarno

     Tahun 1965 boleh jadi merupakan titik balik bagi Soekarno. James Luluhim menyebutkan tanggal 1 Oktober 1965 sebagai titik yang menentukan hidup Soekarno di masa lanjut, presiden Soekarno bukan lagi merupakan satu-satunya pemimpin tertinggi di Indonesia. Pada hari yang sama, Soeharto telah memegang kendali AD  dari tangan Ahmad Yani. Soeharto yang memiliki tindakan-tindakan yang sangat berlebihan, dengan kekuasaannya tersebut Soeharto membuat keputusan-keputusan secara sepihak melakukan pelarangan kepada Pangdam Jaya V kepada presiden dan Soeharto juga menggagalkan usaha Soekarno untuk memberikan perintah kepada Mayjen Pangad Pranoto Rekso Samudra. Tanpa kompromi panjang, Soeharto menetapkan diri sebagai panglima ABRI. Di saat yang sama, ia pun tak memberi izin Pranoto Rekso Samudra untuk memenuhi panggilan Soekarno. Disisi lain keberadaan Soekarno justru menimbulkan kontroversi banyak pihak. Muncul tuduhan mengenai keterlibatannya dalam G30S PKI. Hal-hal yang dilakukan Soeharto terus-menurus memojokkan Soekarno, bagaimana Soeharto membuat isu tentang PKI sebagai organisasi yang akan merongrong Pancasila sebagai ideologi bangsa, ia terus mendesak agar Soekarno membubarkan PKI. Tapi Soekarno memiliki analisa lain mengenai PKI, PKI hanyalah sebuah organisasi politik yang mampu menjadi oposisi negara, PKI tidak melakukan kesalahan dalam hiruk-pikuknya politik di Indonesia. Soeharto terus mencari titik kelemahan Soekarno dan akhirnya keluar surat perintah Sebelas Maret yang menandai beralihnya kekuasaan negara dari Soekarno ke Soeharto yang menuai banyak perdebatan. Guncangan-guncangan politik yang terjadi di Indonesia membuat Soekarno tertekan secara psikisnya. Soekarno khawatir dengan nasib rakyatnya yang telah digemblengnya selama bertahun-tahun ia sadar dengan posisinya yang tidak mungkin lagi dapat kembali seperti semula, munculnya Supersemar adalah wujud pengorbanan Soekarno terhadap rakyat Indonesia, Soekarno mengatakan,

”Biarlah aku lepaskan jabatan kepresidenanku daripada harus menyaksikan perang saudara yang nantinya bisa dimanfaatkan kekuatan-kekuatan Nekolim” 

Semua peristiwa yang menimpa Soekarno saat ia sudah tak lagi menjadi presiden membuat kondisi kesehatannya kian menurun. Saat ia dirawat di Wisma Yaso, RSPAD dan RS Siti Khadijah yang semua terdapat rekaman catatan medis Soekarno dan hal itu juga yang membenarkan bahwa Soekarno meninggal tidak dibunuh. Akhirnya pada tanggal 21 Juni 1970 Sang Proklamator menghembuskan nafasnya yang terkahir. Dokter tak bisa berkata apa-apa ketika kondisi Soekarno sangat kritis. Sebelum Soekarno meninggal, ia sempat berkata pada anaknya Megawati. Lirih, tapi cukup bisa didengar, 

”Anakku, simpan segala yang kau tahu, jangan kau ceritakan deritaku dan sakitku kepada rakyat, biarkan aku menjadi korban asal Indonesia bersatu. Ini aku lakukan demi kesatuan, persatuan, dan keutuhan, dan kejayaan bangsa. Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa” 

 Tuhan memang telah menentukan segalanya. Ahad 21 Juni 1970 pukul 07.00 WIB, sang Proklamator itu menutup mata selamanya, hal ini dituturkan oleh dr. Mahar Mardjono. Soekarno telah tiada, ia sudah lepas dari semua rasa sakit yang selama hampir 5 tahun menggerogoti. Soekarno telah sampai pada penantian, gerbang nirwana kematian, dan memulai ’kehidupan baru’, seiring dengan ketenangan yang abadi, tidur panjang yang menandakan kepulangan kepada sang khalik. Tak ada lagi siksa, lara, dan kecewa yang tergambar diwajahnya. Semua memutih, seiring lepasnya nyawa dari raga, menyatu dalam jasad yang beku. Itulah Soekarno Putra Sang Fajar


  Sejarah Perumusan Pancasila



         Pada tanggal 1 Juni 1945 Soekarno berpidato mengenai rumusan dasar Negara Indonesia. Kemudian Soekarno memberi istilah dasar Negara dengan nama “Pancasila”. Menurut prof. Mr Muhammad Yamin, perkataan pancasila berasal dari bahasa Sanskerta yang terdiri dari dua suku kata dan mengandung dua macam arti, yaitu: Panca artinya “lima” dan Syila artinya “batu sendi, alas, atau dasar”. Sedangkan menurut huruf Dewanagari “Syiila” yang artinya peraturan tingkah laku yang penting/baik/senonoh. Dari kata “Syiila” ini dalam bahasa Indonesia menjadi “susila” artinya tingkah laku yang baik.

Pancasila sebagai dasar Negara Republik Indonesia sebelum disahkannya pada tanggal 18 Agustus 1945 oleh PPKI, nilai-nilainya telah diimplementasikan dan mereka pada jiwa bangsa Indonesia sejak zaman dahulu sebelum bangsa Indonesia mendirikan Negara, yang berupa nilai-nilai adat-istiadat, kebudayaan serta nilai-nilai religious. Nilai-nilai tersebut sudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai pedoman hidup. Nilai-nilai tersebut kemudian diangkat dan dirumuskan secara formal oleh para pendiri Negara untuk dijadikan sebagai dasar filsafat Negara Indonesia. Proses perumusan materi pancasila secara formal tersebut dilakukan dalam sidangsidang BPUPKI pertama sidang panitia Sembilan, sidang BPUPKI kedua, serta akhirnya disahkan sebagai dasar filsafat maupun ideology Negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sidang BPUPKI pertama dilaksanakan pada tanggal 29Mei-1Juni 1945, sedangkan siding kedua dilaksanakan pada tanggal 10-16Juli 1945. Pada tahun 1947 Ir. Soekarno mempublikasikan bahwa pada tanggal 1 Juni diperingati sebagai hari lahirnya pancasila

Pidato Prof. Muhammad Yamin berisikan lima asas dasar Negara, yaitu: peri kebangsaan, peri kemanusiaan , peri ketahanan, peri kerakyatan, dan kesejahteraan rakyat. Selanjutnya Soepomo menyatakan gagasannya tentang rumusan lima dasar Negara yaitu: persatuan, kekeluargaan, keseimbangan lahir dan batin, musyawarah, dan keadilan rakyat.

 Pada tanggal 1 Juni 1945Soekarno menyampaikan pidatonya pada sidang BPUPKI. Isi pidato nya terdapat beberapa susunan terkait lima asas sebagai dasar Negara Indonesia, yaitu: Nasionalisme atau kebangkitan nasional, Internasionalisme atau peri kemanusiaan, Mufakat atau Demokrasi, Kesejahteraan social, dan Ketuhanan yang berkebudayaan.

Setelah Undang-Undang Dasar 1945 berlaku kebali sebagai konstitusi di Indonesia sejak Dekrit Presiden 5 Juli 1959, dan dasar Negara Republik Indonesia termuat di dalam alinea ke empat Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, yang dinamakan dengan Pancasila. Adapun tata urutan dan rumusan pancasila yang termuat di dalam pembukaan UUD 1945 adalah:


 1.  Ketuhanan yang maha Esa.

 2.  Kemanusiaan yang adil dan beradab

 3.  Persatuan Indonesia

 4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam   permusyawaratan/perwakilan 

 5.  Keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia.

 Basis pancasila adalah ketuhanan yang maha esa dan puncaknya adalah keadilan social yang merupakan tujuan dari empat sila yang lainnya, yaitu untuk mewujudkan keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia. Dengan demikian, sila ketuhanan yang maha esa memuat dimensi vertical dari kehidupan kenegaraan, kebangsaan, dan kemasyarakatan, sedangkan sila-sila lainnya memuat dimensi horizontal dari tiga segi kehidupan nasional itu. Keterkaitan erat antara dimensi vertical dan dimensi horizontal dalam pancasila adalah bahwa dimensi horizontal itu sesungguhnya adalah juga dalam kerangka dimensi vertical, karena dimensi horizontal dan dimensi vertical ditentukan oleh hakekat Tuhan

        Pancasila Sebagai Dasar Negara

        Negara merupakan sesuatu yang hidup, tumbuh, mekar dan dapat mati atau lenyap, maka pengertian dasar Negara meliputi arti: basis atau fundament, tujuan yang menentukan arah Negara, pedoman yang menentukan dan mencapai tujuan Negara. Dalam kedudukannya sebagai dasar Negara, pancasila menetukan bahwa Negara Indonesia adalah Negara yang menjadi pendukung antara Tuhan, manusia, persatuan, rakyat serta adil yang merupakan penguat dasar Negara.

Pancasila sebagai dasar Negara berarti setiap sendi-sendi ketatanegaraan pada Negara Republik Indonesia harus berlandaskan pada nilai-nilai pancasila. Artinya, pancasila harus senantiasa menjadi ruh atau power yang menjiwai kegiatan dalam membentuk Negara. Konsep pancasila sebagai dasar Negara dianjurkan oleh Ir. Soekarno dalam pidatonya pada hari terakhir sidang pertama BPUPKI tanggal 1 Juni 1945, yang isinya untuk menjadikan pancasila sebagai dasar Negara falsafah Negara atau 4


filosophische gromdslag bagi Negara Indonesia merdeka. Usulan tersebut ternyata dapat diterima oleh seluruh anggota sidang.

Sejak saat itu pancasila sebagai dasar Negara yang mempunyai kedudukan sebagai berikut:

1. Sumber dari segala sumber hukum di Indonesia.

2. Meliputi suasana kebatinan dari Undang-Undang Dasar 1945

3. Menciptakan cita-cita hukum bagi hukum dasar negara.

4. Menjadi sumber semangat bagi UUD 1945, dan

B. Peranan pancasila dalam ketatanegaraan Republik Indonesia

Peranan pancasila dalam ketatanegaraan Repulik Indonesia ialah :

1.  Pancasila sebagai pemersatu bangsa, yaitu dengan menyatukan banyak perbedaan-perbedaan yang ada di antara masyarakat.

2.  Pancasila sebagai dasar filsafat(pandangan) hidup dalam berbangsa dan bernegara

3. Pancasila sebagai ideology negara yaitu dapat membawa Indonesia kea rah yang lebih baik setelah peristiwa dijajah oleh negara asing, sebagaipondasi dalam memperkuat sikap religi dan social, yang terakhir ialah menjadi pegangan hidup menjadi warga negara yang baik.

4. Pancasila sebagai dasar yaitu menjadi sumber dari segala hukum yang ada

5. Pancasila menjadi identitas bangsa Indonesia

    Dari pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa sila-sila pancasila itu tidak statis, akan tetapi dinamis, dengan gerakan-gerakannya yang positif dan serasi, karena ketatanegaraan akan selalu berkaitan dengan tata negara. Karena tata begara merupakan pengatur kehidupan bernegara yang mennyangkut sifat, bentuk, tugas negara,dan pemerintahannya. Karena banyak peristiwa-peristiwa penting yang terjadi yaitu seperti krisis-krisis yang menimpa bangsa bangsa dan negara, sebagai reaksi terhadap gejolak kehidupan bangsa tampak menonjol satu atau beberapa sila saja. Hal ini silih berganti bisa terjadi pada setiap sila dalam peristiwa-peristiwa lain, menurut sifat tantangan bahaya yang dihadapi bangsa dan negara. Tetapi bila masyarakatnya pulih kembali menjadi stabil, kembalilah sila-sila pancasila atau kembali ke dalam gerak lingkarannya yang serasi dan seimbang. Dari kalimat diatas telah diketahui bahwa pancasila sangat berperan untuk keutuhan negara. Dengan kelima sila tersebut kehidupan masyarakat akan lebih terarah.


        DAFTAR PUSTAKA



Herman, Pancasila Dalam Kedudukuan dan Fungsinya Sebagai Dasar Negara dan

Jakarta:Manggu Makmur Tanjung Lestari,2019.

Lubis, Maulana Arafat, Pembelajaran PPKn di SD/MI Kelas Rendah, Bandung:

Citapustaka Media,2002

Notonagoro, Pancasila Secara Ilmiah Populer, Jakarta: Bumi Aksara,1996

Pohan, Fachruddin, Kembali Memahami Pancasila, Pandangan Hidup Bangsa

Indonesia, Surabaya: Usaha Nasional, 1981

Budiman, Sudjatmiko. Soekarno Muda. (Yogyakarta: DELOKOMOTIF, 2010) 

Nurani, Soyomukti. Perempuan di Mata Soekarno. (Yogyakarta, GARASI, 2009)

 Bung Karno, Penyambung Lidah Rakyat Indonesia. (Jakarta, Gunung Agung, 1966) 

 Nurani, Soyomukti. Perempuan di Mata…..

 6 Argawi, Kandito. Soekarno The Leadership Secrets of. (Depok, ONCOR Semesta Ilmu: 2011)



Komentar

  1. Jelaskan makna dari sila - sila pancasila yang memikili lambang tersendiri..?
    Terima Kasih..!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya,Terima Kasih Kembali. Berikut Makna dari sila-sila pancasila yang memiliki lambang tersendiri :

      Sila Pertama: Ketuhanan yang Maha Esa - Bintang
      Sila pertama yang berbunyi 'Ketuhanan yang Maha Esa' dilambangkan dengan bentuk bintang dengan perisai hitam di belakangnya.
      Bintang emas ini diartikan sebagai cahaya kerohanian bagi setiap manusia.
      Sedangkan latar belakang berwarna hitam melambangkan warna alam atau warna asli yang menunjukkan bahwa Tuhan sebagai sumber dari segala sesuatu dan sudah ada sebelum segala sesuatu di dunia ini ada.
      Kita bisa menerapkan sila pertama dengan cara melakukan beberapa hal, contohnya:
      -Beribadah sesuai dengan kepercayaan yang dianut.
      -Menghargai orang lain yang agamanya berbeda dengan kita.
      -Tolong menolong, meski memiliki agama yang berbeda.

      Sila Kedua: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab - Rantai
      Rantai merupakan makna dari sila kedua yaitu Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.
      Gambar rantai yang disusun atas gelang-gelang kecil ini menandakan hubungan manusia satu sama lain yang saling membantu.
      Rantai yang terdapat pada sila kedua ini terdiri atas mata rantai berbentuk segi empat dan lingkaran yang saling terkait membentuk lingkaran
      Mata rantai segi empat melambangkan laki-laki dan lingkaran melambangkan perempuan.
      Nah, maka dari itu kita sesama manusia harus saling membantu satu sama lain.
      Kita bisa menerapkan sila kedua dengan melakukan hal-hal di bawah ini:
      -Tidak membeda-bedakan orang yang ada di sekitar kita.
      -Saling membantu, misalnya melakukan kerja bakti atau memberi bantuan pada korban bencana alam.

      Sila Ketiga: Persatuan Indonesia - Pohon Beringin
      Pohon beringin ini melambangkan sila ketiga, yaitu Persatuan Indonesia.
      Pohon beringin ini memiliki akar tunggal panjang yang menunjang pohon besar ini tumbuh.
      Akar ini tumbuh sampai ke dalam tanah dan menggambarkan kesatuan dan persatuan Indonesia.
      Pohon beringin juga memiliki akar yang menjalar di mana-mana yang melambangkan sebagai negara kesatuan yang memiliki latar belakang budaya yang bermacam-macam.
      Sila ketiga ini bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari dengan melakukan hal ini:
      -Mencintai negara Indonesia dengan cara menjaga warisan budaya yang ada.
      -Menjaga hubungan baik dengan teman-teman satu negara, meski beda suku, agama, dan bahasa.

      Sila Keempat: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan - Banteng
      Sila keempat yang berbunyi 'Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan' dilambangkan dengan banteng,
      Banteng digunakan karena banteng merupakan hewan sosial yang suka berkumpul.
      Seperti halnya musyawarah, yakni orang-orang berdiskusi dan berkumpul.
      Kita bisa menerapkan sila keempat dengan melakukan beberapa hal, misalnya:
      -Menyelesaikan masalah dengan musyawarah.
      -Tidak memaksakan kehendak kita saat bermusyawarah.
      -Menerima hasil musyawarah dengan lapang dada.

      Sila Kelima: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia - Padi dan Kapas
      Pada sila terakhir atau kelima yang berbunyi 'Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia' dilambangkan dengan dua benda, yaitu padi dan kapas.
      Kapas dan padi melambangkan pangan dan sandang yang merupakan kebutuhan pokok semua rakyat Indonesia tanpa melihat status atau kedudukan.
      Padi atau beras melambangkan makanan pokok masyarakat Indonesia yang biasa dikonsumsi sehari-hari. Bisa dikatakan bahwa padi merupakan sumber kehidupan.
      Kemudian kapas adalah salah satu bahan utama dalam pembuatan pakaian.
      Jika kebutuhan pangan dan sandang rakyat terpenuhi dengan baik,manusia akan bisa bertahan dan hidup dengan nyaman.
      Jadi,setiap warga negara indonesia berhak atas pangan dan sandang secara adil dan setara tanpa membeda-bedakan. Terpenuhinya pangan dan sandang, merupakan syarat suatu negara dianggap sejahtera.

      Hapus
  2. Sejak kapan nama negara ini berubah, dari nusantara berubah menjadi indonesia dan siapakah tokoh/orang yang Merubah nama negara ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama Indonesia muncul dan perkenalkan oleh James Richardson Logan (1819-1869) tahun 1850 dalam Journal of Indian Archipelago and Eastern Asia (JIAEA). Logan adalah seorang Skotlandia.

      Hapus
  3. Jelaskan bagaimana bangsa indonesia zaman dahulu sebelum bangsa indonesia mendirikan negara seperti zaman sekarang?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sejarah Penjajahan Indonesia

      Masa penjajahan Indonesia tidak langsung dimulai ketika orang-orang Belanda pertama kali menginjakkan kaki di Nusantara pada akhir abad ke-16. Sebaliknya, proses penjajahan oleh bangsa Belanda merupakan proses ekspansi politik yang lambat, bertahap dan berlangsung selama beberapa abad sebelum mencapai batas-batas wilayah Indonesia seperti yang ada sekarang.
      Selama abad ke-18, Vereenigde Oost-Indische Compagnie (disingkat VOC) memantapkan dirinya sebagai kekuatan ekonomi dan politik di pulau Jawa setelah runtuhnya Kesultanan Mataram. Perusahaan dagang Belanda ini telah menjadi kekuatan utama di perdagangan Asia sejak awal 1600-an, tetapi pada abad ke-18 mulai mengembangkan minat untuk campur tangan dalam politik pribumi di pulau Jawa demi meningkatkan kekuasaannya pada ekonomi lokal.

      Namun korupsi, manajemen yang buruk dan persaingan ketat dari Inggris (East India Company) mengakibatkan runtuhnya VOC menjelang akhir abad ke-18. Pada tahun 1796, VOC akhirnya bangkrut dan kemudian dinasionalisasi oleh pemerintah Belanda. Akibatnya, harta dan milik (aset) VOC di Nusantara jatuh ke tangan mahkota Belanda pada tahun 1800. Namun, ketika Perancis menduduki Belanda antara tahun 1806 dan 1815, aset-aset tersebut dipindahkan ke tangan Inggris. Setelah kekalahan Napoleon di Waterloo diputuskan bahwa sebagian besar wilayah Nusantara kembali ke tangan Belanda.

      Arsitek Pemerintah Kolonial Belanda di Indonesia

      Dua nama menonjol sebagai arsitek Pemerintah Kolonial Belanda di Indonesia. Pertama, Herman Willem Daendels, Gubernur Jenderal 1808-1811 ketika Belanda dikuasai oleh Perancis, dan, kedua, Letnan Inggris Stamford Raffles, Gubernur Jenderal 1811-1816 ketika Jawa dikuasai Inggris. Daendels mereorganisasi pemerintahan kolonial pusat dan daerah dengan membagi pulau Jawa dalam distrik (yang juga dikenal sebagai residensi) yang dipimpin oleh seorang pegawai negeri sipil Eropa - yang disebutkan residen - yang secara langsung merupakan bawahan dari - dan harus melapor kepada - Gubernur Jenderal di Batavia. Para residen ini bertanggung jawab atas berbagai hal di residensi mereka, termasuk masalah hukum dan organisasi pertanian.
      Raffles melanjutkan reorganisasi pendahulunya (Daendels) dengan mereformasi pengadilan, polisi dan sistem administrasi di Jawa. Dia memperkenalkan pajak tanah di Jawa yang berarti bahwa petani Jawa harus membayar pajak, kira-kira nilai dua-perlima dari panen tahunan mereka, kepada pihak berwenang. Raffles juga sangat tertarik dengan budaya dan bahasa Jawa. Pada tahun 1817 ia menerbitkan bukunya The History of Java, salah satu karya akademis pertama yang topiknya pulau Jawa. Namun, reorganisasi administrasinya yang diterapkan Raffles juga berarti meningkatnya intervensi pihak asing di masyarakat dan ekonomi Jawa, yang tercermin dari meningkatnya jumlah pejabat peringkat menengah Eropa yang bekerja di residensi-residensi di pulau Jawa. Antara tahun 1825 dan tahun 1890 jumlah ini meningkat dari 73 menjadi 190 pejabat Eropa.
      Sistem pemerintahan kolonial Belanda di Jawa adalah sistem yang direk (langsung) maupun dualistik. Bersamaan dengan hirarki Belanda, ada hirarki pribumi yang berfungsi sebagai perantara antara petani Jawa dan layanan sipil Eropa. Bagian atas struktur hirarki pribumi ini terdiri dari para aristokrasi Jawa, sebelumnya para pejabat yang mengelola kerajaan Mataram. Namun, karena dikuasai penjajah, para priyayi ini terpaksa melaksanakan kehendak Belanda.
      Meningkatnya dominasi Belanda atas pulau Jawa tidak datang tanpa perlawanan. Ketika pemerintah kolonial Belanda memutuskan untuk membangun jalan di tanah yang dimiliki Pangeran Diponegoro (yang ditunjuk sebagai wali tahta Yogyakarta setelah kematian mendadak saudara tirinya), ia memberontak dengan didukung oleh mayoritas penduduk di Jawa Tengah dan ia menjadikannya perang jihad. Perang ini berlangsung tahun 1825-1830 dan mengakibatkan kematian sekitar 215,000 orang, sebagian besar orang Jawa. Tapi setelah Perang Jawa selesai - dan pangeran Diponegoro ditangkap - Belanda jauh lebih kuat di Jawa dibanding sebelumnya.

      Hapus
  4. Apa maksud dari dimensi vertikal dan dimesi horizontal

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dimensi Vertikal adalah hubungan antara warga negara dengan negara/ pemerintah dan hubungan warga negara dengan Tuhan. Sedangkan Dimensi Horizontal adalah hubungan antar warga negara dengan warga negara yang lainnya.

      Hapus
  5. Saya ingin bertanya.. apakah sekarang ini, nilai-nilai yang terkandung didalam pancasila sudah di terapkan dalam kehidupan bernegara maupun dalam kehidupan sehari-hari dalam masyarakat?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dalam kehidupan bernegara pancasila adalah pedoman kehidupan bagi seluruh rakyat, serta ideologi dasar dalam kehidupan bagi negara Indonesia, tidak hanya dibaca namun juga harus dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Indonesia sebagai negara kepulauan yang memiliki 17.504 pulau, 1.304 suku dan memiliki 6 agama yang diakui yaitu Islam, Hindu, Budha, Kong Hu Cu, Kristen Katolik dan Kristen Protestan.

      Dengan banyaknya agama-agama tersebut maka masyarakat Indonesia harus hidup dengan cara bertoleransi dengan agama lain, karena sesuai dengan isi pancasila yang pertama yaitu "Ketuhanan yang maha esa" yang mengandung makna bahwa bangsa Indonesia mempunyai kebebasan menganut agama dan menjalankan ibadah yang sesuai dengan ajaran agamanya, bertoleransi serta menghormati satu sama lain. Hal ini akan mewujudkan kehidupan yang selaras didalam kehidupan bernegara.

      Tapi masih saja ada masyarakat Indonesia yang belum bisa menerapkan hidup bertoleransi sebagai contoh, kasus islam radikal, kejadian ini sering terjadi di kalangan masyarakat Indonesia yang mempunyai paham ekstremisme, radikalisme dan intoleransi dalam beragama. Orang yang menganut paham ekstremisme terhadap suatu agama biasanya mereka tidak mengetahui dengan benar arti toleransi dan begitu fanatik. Seseorang dengan sikap ekstrimisme pada agama tak segan-segan akan mewajibkan orang lain untuk melakukan sesuatu yang tidak diwajibakn oleh Allah. Ia pun sering bersikap kasar bukan pada tempat dan masanya apalagi jika yang diperdebatkan adalah masalah akidah.

      Ia mengkafirkan orang lain, menghalalkan darah dan harta benda, mengkafirkan orang-orang yang melakukan dosa besar serta mengkafirkan orang yang tidak menerima fikiran mereka atau yang tidak bergabung dalam jemaah mereka. Seseorang dengan paham ekstrimisme adalah orang yang keras dalam pergaulan dan kasar dalam bertutur kata sehingga bisa saja dikatakan sebagai pelanggaran hak asasi manusia.

      Islam adalah agama dakwah yang bertujuan menyebarkan kasih sayang dan kebaikan untuk umat manusia. Karenanya, sikap ekstrimisme, radikalisme dan intoleransi ini tidak akan mendatangkan kebaikan bagi pelakunya juga tidak akan membuahkan hasil yang baik dalam segala urusan, terlebih lagi dalam urusan agama.

      Dalam sila kedua "Kemanusiaan yang adil dan beradab" yang bermakna bahwa setiap tatanan masyarakat tidak terbatas pada suku, agama, ras dan antar golongan wajib bersikap dan berperilaku sesuai norma adat dan istiadat yang berlaku serta berhak mendapatkan persamaan derajat guna menciptakan keadilan dan kemanusiaan.

      Namun dalam sila kedua tersebut masih saja ada kasus yang tidak menerapkan makna dari sila kedua tersebut, misalnya hukum Indonesia yang masih saja tajam kebawah, contoh kasus Nenek Asyani yang diduga mencuri 7 batang kayu jati milik Perum Perhutani, menurut Nenek Asyani kayu jati itu ditebang dari lahan milik almarhum suaminya yang kini sudah dijual. Namun, pihak Perhutani tetap mengatakan bahwa kayu tersebut berasal dari lahan milik mereka dan bersikeras tetap memperkarakan kasus pencurian tersebut.

      Dikarenakan hal ini, sejak bulan Juli - Desember 2014, Nenek Asyani mendekam di dalam penjara untuk menunggu proses persidangan. Pihak pengadilan memberikan ancaman maksimal 5 tahun penjara. Sedangkan para kaum elit bisa saja hukumannya kurang dari ancaman yang diberikan oleh pihak pengadilan, bahkan bisa saja kaum-kaum elit tersebut membeli hukum yang ada agar tidak terjerumus jeruji penjara. Rasanya hukum di Indonesia masih belum bisa berlaku adil untuk semua rakyat Indonesia, sehingga membuat masyarakat golongan menengah kebawah tidak bisa berbuat apa-apa dan masyarakat golongan atas bisa berbuat semena-mena dengan hukum.

      Hapus
    2. Selanjutnya dalam sila ketiga "Persatuan Indonesia" yang mempunyai makna walaupun rakyat Indonesia memiliki perbedaan suku, bahasa daerah, etnis, agama, kebudayaan, warna kulit dan sebagainya, namun tetap wajib mendapatkan persamaan kedudukan, serta mendapatkan kesejahteraan dibawah naungan pemerintah guna menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia.

      Kenyataannya masih banyak masyarakat Indonesia yang belum bisa menerapkan sila ketiga ini, contoh kasus tragedi sampit, tragedi sampit adalah konflik berdarah antar suku yang paling membekas dan bikin geger bangsa Indonesia pada tahun 2001 silam. Konflik yang melibatkan suku Dayak dengan orang Madura ini dipicu banyak faktor, di antaranya kasus orang Dayak yang didiuga tewas dibunuh warga Madura hingga kasus pemerkosaan gadis Dayak.

      Warga Madura sebagai pendatang disana dianggap gagal beradaptasi dengan orang Dayak selaku tuan rumah. Akibat bentrok dua suku ini ratusan orang dikabarkan meninggal dunia. Bahkan banyak di antaranya mengalami pemenggalan kepala oleh suku Dayak yang kalap dengan ulah warga Madura saat itu.

      Pemenggalan kepala itu terpaksa dilakukan oleh suku Dayak demi mempertahankan wilayah mereka yang waktu itu mulai dikuasai warga Madura. Perang antar suku ini bisa saja mengakibatkan perpecahan di Indonesia dan mengancam persatuan dan kesatuan, karena hal ini bisa membuat semua suku yang ada di Indonesia berperang satu sama lain sehingga membuat perpecahan di Indonesia.

      Kemudian sila keempat "Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksaan dalam permusyawaratan perwakilan" yang mempunyai makna bahwa dalam tatanan bernegara di Indonesia perlu dilakukan secara demokrasi. Demokrasi yang berasalkan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat guna mencapai mufakat melalui lembaga-lembaga perwakilan. Namun sila ini masih belum bisa diterapkan oleh wakil rakyat, masih banyak oknum-oknum wakil rakyat yang melakukan tindak pidana korupsi, bahkan melakukan tindakan memalukan seperti contoh kasus para wakil rakyat yang sering kali mempertontonkan perilaku yang mencemaskan rakyat ketika menyelesaikan suatu masalah untuk kepentingan rakyat, perang mulut sampai adu jotos diperagakan di depan kamera.

      Itulah yang di sebut kedewasaan di dalam demokrasi, kebebasan berekspresi dan berpendapat benar-benar di terapkan oleh anggota DPR, karena memang DPR itu adalah sebagai wakil rakyat. Hal itu jelas-jelas menyimpang dari amanat rakyat. Sama halnya dengan anggota DPR dan MPR yang rapat di senayan dalam pembentukan undang-undang ataupun rapat tahunan selalu banyak yang tidur. Dan biasanya keputusan yang diambil dewan perwakilan hanya menguntungkan bagi beberapa pihak saja dan tidak berpihak pada rakyat.

      Dan yang terakhir sila kelima "Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia" yang mempunyai makna bahwa setiap lini maupun tingkatan masyarakat berhak mendapatkan kesamaan kesejahteraan, dimana hal ini merupakan tujuan dasar dari bangsa Indonesia untuk mensejahterakan seluruh rakyat.

      Namun dalam penerapannya masih saja ada kasus yang meyimpang dari sila kelima ini sebagai contoh kasus, perlakuan diskriminatif pihak rumah sakit dengan pasien peserta BPJS kesehatan, perlakuan diskriminatif ini sering terjadi di beberapa rumah sakit di Indonesia, para pasien peserta BPJS kesehatan seringkali mengeluh tentang perlakuan yang dilakukan oleh pihak rumah sakit seperti penanganan yang lambat, bahkan pihak rumah sakit mendahulukan pasien-pasien yang membayar langsung. Hal ini menyebabkan ketidakadilan bagi pengguna BPJS kesehatan, karena mereka merasa diabaikan dan tidak mendapatkan hak-hak sebagai pasien.

      Hapus
    3. Dari sila pertama hingga kelima, yang bisa dapat disimpulkan bahwa pancasila masih belum bisa diterapkan oleh sebagian masyarakat Indonesia. Namun pancasila bisa diterapkan jika masyarakat Indonesia bisa memaknai dan memahami setiap sila-sila yang tercantum pada pancasila lalu mengamalkannya dengan baik. Sehingga pancasila bisa diterapkan dengan baik dalam kehidupan bernegara maupun dalam kehidupan sehari-hari tanpa adanya konflik-konflik yang mengancam keutuhan negara dan terwujudnya tujuan negara.

      Hapus
  6. Terimakasih atas pemaparannya yang sudah dibilang cukup jelas. Namun ada beberapa yg ingin saya tanyakan. Tadi ada kalimat yg menyatakan " ketuhanan yang maha esa memuat dimensi vertical dari kehidupan kenegaraan, kebangsaan, dan kemasyarakatan, sedangkan sila-sila lainnya memuat dimensi horizontal". Tolong jelaskan lebih terperinci lagi tentang vertikal dan horizontal tersebut. Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya baik,Terimakasih Kembali.saya akan menjelaskannya,yang dimaksud demikian yakni
      Realitas dalam masyarakat indonesia ini dapat dilihat dalam tiga lapisan.lapis terbawah adalah struktur dan mekanisme hubungan kekuasaan dan mengalami proses kerja sama,kompetisi dan konflik.proses ini terjadi pada di mensi spasial (pusat-daerah), Vertical (antarlapisan masyarakat atau masyarakat dengan negara), Horizontal (suku,agama,ras,jender).

      Atau dapat juga dikatakan maksud dari dimensi Vertical dan Horizontal yaitu:
      Dimensi Vertikal adalah hubungan antara warga negara dengan negara/ pemerintah dan hubungan warga negara dengan Tuhan. Sedangkan Dimensi Horizontal adalah hubungan antar warga negara dengan warga negara yang lainnya.

      Hapus
  7. Disana disebutkan dimensi vertical dan dimensi horizontal, dalam bahasa pancasila apakah yg dimaksud dgn dimensi vertical dan horizontal?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dimensi Vertikal adalah hubungan antara warga negara dengan negara/ pemerintah dan hubungan warga negara dengan Tuhan. Sedangkan Dimensi Horizontal adalah hubungan antar warga negara dengan warga negara yang lainnya.

      Hapus
  8. Jelaskan dan berikan contoh nila adat istiadat, kebudayaan dan religius

    BalasHapus
    Balasan
    1. -Adat Istiadat adalah suatu sistem norma atau tata kelakuan yang tumbuh, berkembang, dan dijunjung tinggi oleh suatu masyarat secara turun-temurun sehingga kuat integrasinya dengan pola perilaku masyarakat.
      Seperti contohnya di palembang: Acara Pernikahan Adat Palembang, Tata Upacara Adat Perkawinan Daerah Kayu Agung.
      Dan contoh lainnya seperti berikut:
      •Upacara karapaan sapi di madura
      •Atraksi debus dibanten
      •tabuik dipariaman
      •rambu solo atau adu kerbau di toraja.

      -Kebudayaan secara umum ialah hasil cipta, rasa dan karsa manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya yang kompleks yang mencakup pengetahuan, keyakinan, seni, susila dan hukum adat dan setiap kecakapan serta kebiasaan.
      Contohnya:
      1.Batik
      Batik adalah kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia (khususnya Jawa).
      2. Ngaben
      Ngaben adalah tradisi masyarakat Bali dalam memperlakukan orang yang sudah wafat atau meninggal.
      3. Tradisi Bakar Batu
      Tradisi Bakar Batu adalah bagian dari kebudayaan masyarakat Timur Indonesia.
      4. Wiwitan
      Tradisi ini sering dilakukan oleh masyarakat suku Jawa yang bermata pencaharian sehari-hari menjadi petani untuk mensyukuri hasil panen mereka yang melimpah.

      Religius adalah nilai-nilai kerohanian yang tertinggi, sifatnya mutlak dan abadi serta bersumber pada kepercayaan dan keyakinan manusia. Contoh nilai religius adalah:
      1. Beribadah sesuai agama masing masing
      2. Bersedekah
      3.membantu orang lain tanpa membeda bedakan agamanya
      4. Menyebarkan kebaikan
      5. Menjaga ucapan ataupun perbuatan. Berkata yang baik dan sopan



      Hapus
  9. Balasan
    1. Hasil Akhir Rumusan Pancasila:
      Ketuhanan Yang Maha Esa,Kemanusiaan yang adil dan beradab,Persatuan Indonesia,Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, Serta Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

      Rumusan Pancasila di atas sudah menjadi hasil akhir dan tak boleh diubah-ubah. Selain itu, sebab rumusan tersebut dicantumkan pada pembukaan UUD, alasan tak diperbolehkannya pengubahan menjadi lebih kuat sebab mengubah pembukaan UUD yang berarti membubarkan NKRI.

      Hapus
  10. Sya ingin bertanya yg dimaksud dg keadilan sosial bgi slruh rkyt Indonesia itu, apakah itu mencakup dalm hal tertentu saja atau adil dalm segala bidang,

    BalasHapus
    Balasan
    1. "Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia" seperti bunyinya, makna sila kelima menjelaskan tentang keadilan yang harus didapatkan oleh seluruh masyarakatnya.

      Keadilan ini berlaku untuk seluruh aspek kehidupan, termasuk juga hak dan kewajiban yang dimiliki masing-masing individu.

      'Keadilan Sosial' berarti kita enggak boleh mementingkan diri sendiri. Kita harus mengutamakan kepentingan umum dalam hidup bermasyarakat.

      Selain itu, aturan dan hukum yang berlaku di Indonesia juga harus adil. Siapa pun yang melanggar akan diberikan sanksi tanpa membedakan latar belakang.

      Sebagai warga negara, kita mempunyai hak yang sama, yaitu:
      - Hak untuk hidup dan mempertahankan kehidupan.
      - Hak untuk mengembangkan diri dan melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya dan berhak mendapat pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya.
      - Hak untuk memajukan dirinya dalam memperjuangkan haknya secara kolektif untuk membangun masyarakat, bangsa, dan negaranya.
      - Hak atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama di depan hukum.
      - Dan hak-hak lainnya.

      Hapus
  11. Siapakah yg mengajukan pemikiran BPUPKI?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ada 3 orang anggota yang mengungkapkan pendapatnya,yaitu:
      1. Mr.Muhammad Yamin
      2. Mr.Supomo
      3. Ir.Soekarno

      Hapus
  12. Apa yang harus dilakukan bila indonesia bagian timur tidak setuju dengan sila pertama?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Johannes Latuharhary adalah tokoh yang berasal dari timur dan menjadi orang yang keberatan dengan sila pertama yang telah dibentuk, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya dan diubah hanya menjadi Ketuhanan Yang Maha Esa.

      Setelah dilakukan protes yang dilakukan oleh tokoh yang berasal dari bagian timur tersebut menjadikan Pancasila yang pada awalnya diambil dari Pembukaan Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menjadikan perdebatan yang dimana terdapat sebuah kompromi yang dimana setelah ditelaah lebih dalam bahwa Indonesia tidaklah hanya terbentuk oleh agama Islam saja akan tetapi terbentuk dari berbagai macam bentuk agama, sehingga hal ini menjadi sebuah perubahan yang dianggap sangatlah cocok untuk diterapkan di Indonesia.

      Hapus
  13. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  14. Saya ingin bertanya.
    Jelaskan apa sajakah sila-sila yang termasuk dalam dimensi horizontal?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Seperti yang telah di jelaskan di atas tentang sejarah perumusan pancasila. Dengan demikian, sila ketuhanan yang maha esa memuat dimensi vertical dari kehidupan kenegaraan, kebangsaan, dan kemasyarakatan, sedangkan sila-sila lainnya memuat dimensi horizontal dari tiga segi kehidupan nasional itu. Keterkaitan erat antara dimensi vertical dan dimensi horizontal dalam pancasila adalah bahwa dimensi horizontal itu sesungguhnya adalah juga dalam kerangka dimensi vertical, karena dimensi horizontal dan dimensi vertical ditentukan oleh hakekat Tuhan.

      Hapus
  15. Saya ingin bertanya jelaskan rumusan dasar negara bagian keseimbangan lahir dan batin!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pada tanggal 31 Mei 1945, Soepomo pun menyampaikan rumusan dasar negaranya, namun rumusan ini tidak disertai penyebutan nama dasar negara, yaitu:
      1.Persatuan
      2.Kekeluargaan
      3.Keseimbangan lahir dan batin
      3.Musyawarah
      4.Keadilan rakyat

      Nah,yang dimaksud dengan keseimbangan lahir dan batin Artinya jasmani serta rohani diri kamu seimbang, secara lahirria kamu melakukan sesuatu yg positif namun mental kamu tidak seperti hal yg kamu lakukan, artinya itu tidak seimbang
      Seperti contohnya seorang DPR yg korupsi dia menjadi lahirria menjadi wakil rakyat namun mereka memiliki mental yg rendah melakukan dan gampang tergoda untuk melakukan tindakan seperti korupsi

      Hapus

Posting Komentar